Mas Wisnu,
Kemarin saya WF Test... hasilnya spt terlampir... CAR/MDD nya GILE BENER !!!
Tapi saya ndak yakin hasil itu benar... ada satu line code yg mempengaruhi hasilnya sbb:
ApplyStop( stopTypeTrailing, stopModePercent, 1 );
Kalau code ini di-off-kan, maka hasil BT-nya drop... tinggal 0,xxx sampai minus.
Kira2 salahnya dimana kah ?
Thanks,
ES
Waaah... ane beruntung nih dpt codingnya mas Wisnu.
Saya mau bandingin sinyal buy dan preptobuy di chart mas Wisnu... mau lihat rata2 berapa bar selisihnya.
Saya juga sedang cari AFL untuk prediksi kira2 kapan crossing akan terjadi... dulu sekali pernah baca katanya bisa diprediksi. Kalau benar, saya juga mau lihat berapa bar sebelum crossingnya terjadi.
Thanks a lot for the AFL.
Regards,
ES2011/6/16 Wisnu Mobile <wisnu.working@gmail.com>
Jarang-jarang saya mau code karena permintaan, hehe.. Tapi berhubung yang minta pak Eko, dibawah codenya, Pak. Justru, saya tidak tahu apa yang dicari dengan melihat di chart.Intinya semua signal preparasi, adalah preparasi, sehingga kita bisa siap-siap untuk pasang automatic order, telpon pesan ke broker, stc. Tentu saja, karena ini adalah signal preparasi, tidak termasuk dalam proses pengujian.Salam.SetTradeDelays(1,1,1,1);PlotOHLC(O, H, L, C, "Price", colorDefault, styleCandle);Buy=Cross(MA(C,5), MA(C,20));BuyPrice=Open;Sell=Cross(MA(C,20), MA(C,5));SellPrice=Open;PrepToBuy=(MA(C,5)/MA(C,20))>0.99 AND(MA(C,5)/MA(C,20))<1;Plot(MA(C,5), "MA5", colorRed, styleLine);Plot(MA(C,20), "MA20", colorBlue, styleLine);PlotShapes(IIf(Buy,shapeSmallUpTriangle,0), colorBrightGreen, 0, L, -15);PlotShapes(IIf(PrepToBuy,shapeSmallUpTriangle,0), colorYellow, 0, L, -15);PlotShapes(IIf(Sell,shapeSmallDownTriangle,0), colorRed , 0, H, -15);Filter=Buy OR Sell OR PrepToBuy;AddTextColumn(WriteIf(Buy, "Buy!",WriteIf(Sell, "Sell!",WriteIf(PrepToBuy, "PrepToBuy", ""))),"Trade Signal", 1.0);2011/6/16 Eco Syariah <esyariah@gmail.com>
hahaha... mungkin karena otak saya udah lelet... yang gak mudeng ya selangkah di depan itu.
Kira2 begini resapan saya atas keterangan mas Husni dan mas CT...
PrepToBuy/Sell adalah aba2 untuk siap2 beli/jual... misal: sistem EOD hari ini aba2 preptobuy muncul, maka first time in the morning kita bisa pasang order beli di harga BuyPrice sistem... dan sebaliknya untuk PrepToSell.
Tadinya saya pikir ketika PrepToBuy/Sell muncul langsung dieksekusi saat itu juga, padahal PrepToBuy/Sell tidak masuk dalam uji sistem kan?
Tapi apakah PrepToBuy/Sell ini selalu muncul sehari sebelum buy/sell ?
Kalau berkenan kasih contoh coding untuk cross EMA5 EMA20 ye... buat cek di chart.
Thanks,
ES2011/6/16 Wisnu Mobile <wisnu.working@gmail.com>
Dimana-nya yang belum mudeng, Pak Eco? Sepertinya pembahasan Pak Husni, pak CT sudah sangat thorough. Dua-duanya, mantap sekali dah! Seneng saya lihatnya.. :DSaya tambah sedikit, keperluan untuk melakukan mekanisasi seperti memasang buy stops, itu berlaku baik untuk realtime maupun EOD.Tips: Kalau mau sepenuhnya aman, bahkan ditinggal bekerja sekalipun, kita pasang langsung sepasang stops. Stops beli, dan stops jual. Sore hari tinggal lihat, mana yang selamat, mana yang ditendang.. :D
Salam.2011/6/16 Eco Syariah <esyariah@gmail.com>
Mas CT/Husni,
Masih belum mudeng aku... tak resapi dulu ya... terutama selangkah di depan kuwi... hehehe...
Thanks,
ES2011/6/16 Christopher Tahir <chris_tahir@ymail.com>
Coba sy bantu yah pak Wisnu...CMIIW yee....Nah Pak ES mmg menganggap yg dipasang adl selangkah di depan sebelum tjd GC pada MA, ini kan krn kita mau real time entry pak, dgn perhitungan perkiraan kalau GC, maka kita sudah in pada saat yg bersamaan, ga ketinggalan kereta lho...Ini gunanya kita buat tambahan PreptoBuy pada AFL kita, siap sedia sblm GC pada kasus ini...Nah Buy Stop adl istilah bakunya...Berikut sy share dikit ttg jenis order yg baku di pasaran, jd kita di komunitas ini ga bingung plus educated dunk pastinya, ini sy share krn pengalaman sy trading di bursa luar...Baik Buy maupun Sell order, ada beberapa jenis yaitu:1. Limit Order: order yg kita lakukan seperti biasa baik kita pasang di harga Bid maupun Ask. contohnya: Harga Bid-Ask/Offer adl 1000-1010, so kalo misal kita kirim Buy Lmt 1000, kita antri di 1000, dan kalo Buy Lmt 1010, kita langsung buy di harga 1010, sama jg dgn Sell2. Stop Order: nah ini order biasanya utk dieksekusi nantinya, bukan langsung. Biasanya ini utk order Stop Loss dan Stop Buy. contoh: Sell Stop 900, ketika harga di bawah atau sama dgn harga 900, order akan dilempar ke market harga market/bid. Sebaliknya kalau kita Buy Stop 1100, ketika harga >=1100, order akan dikirim ke harga pasar/offer price.3. Stop Limit: ini menggabungkan LMT & STP order, dimana misal kita memasang Buy Stop 1100 LMT 1120. Logikanya apabila harga >=1100, order kita akan dikirim ke harga 1120, so kalo ask adl 1100, maka kita beli di harga 1100, dst. Begitu pula Stop Loss4. Trailing: memasang stop loss yg akan mengikuti harga sesuai yg diinginkan, bisa dalam persentase atau fraksi, so kalau harga di bawah trailing kita, order dikirim ke harga pasar.5. Trailing LMT: sama dgn trailing cuman dilimit spt STP LMT6. Market Order: buy maupun sell di order di harga pasaran. Kalau buy tabrak kanan, Sell tabrak kiri.Ada beberapa lagi, tapi ini yg umum dipakai...Semoga bermanfaat dan ga membingungkan lg ya pak ES...HehehheBest Regards,Christopher TahirSent from my iPadMas Wisnu,
Saya baca2 email dan nyangkut di sini... kesan saya mas Wisnu SELANGKAH di DEPAN ? ... cmiiw
Contohnya: sebelum terjadi MA cross sudah pasang Buy Stops (ini maksudnya apa ya ? koq Buy distop)... dan kalau benar terjadi MA Cross, maka Buy signal yg keluar hanya sbg konfirmasi dari Buy Stops tadi... begitukah ?
Kalau ada waktu... bisakah keterangan ini diperjelas dgn bahasa sederhana, terutama mengenai:
1) Mechanical/Quantitative approach tidak kenal KEBETULAN
2) Trading actual TIDAK PERLU BUY SIGNAL... itu cuma konfirmasi saja.
3) Ketepatan/Kegesitan HARUS dimekanisasi
Apakah ini hanya berlaku untuk intraday (realtime) trading atau juga bisa untuk EOD ?
Thanks,
ES2011/6/7 Wisnu Mobile <wisnu.working@gmail.com>
Mechanical/Quantitative approach tidak kenal KEBETULAN.1. Bedakan backtest dengan trading actual. Trading actual TIDAK PERLU BUY SIGNAL, itu cuma confirmatory saja.2. Trading actual, memasang beberapa Buy Stops - jadi sistem BELUM keluar Buy Signal. If you do enjoy trading, feelingnya mirip seperti hunter yang sedang memburu BANYAK buruan, atau fisherman yang casting BANYAK nets.. See why gamers have an edge on this money game?3. Buy Stops point 3, disesuaikan dengan PositionScore/PositionSize/MaxOpenPosition yang digunakan.Konteks kedua, kegesitan/ketepatan HARUS sudah dimekanisasi. Jadi, no excuses untuk misalnya, ah telat masuk, telat keluar, lagi telpon tadi, etc..Result? Statistics bilang selama semua itu dikerjakan dengan baik, kita akan berada DALAM range MC test result.Salam.2011/6/7 Timur Langit <timurlangit.is.here@gmail.com>
Semisal;> saya punya trading system,- backtested CAR/MDD=10,- lulus WF utk MaxOpenPos, global optimum at 4 positions.- MoCa test pada position score CAR/MDD ranged 7-13, median CAR di 150%data diatas adalah buatan (meskipun gagal, ada yg pernah dapatkan CAR/MDD sepuluhan)Pemahaman saya thd MoCa atas position score;Jika system di atas mengeluarkan perintah beli atas 10 saham, maka pejam mata saya tinggal eksekusi 4 diantaranya yg kebetulan offer price masih berada pada BuyPrice system tersebut. Apes2nya saya dapat CAR/MDD = 7. Betul begitu Pak WIsnu?Kalau benar demikian, sebagai mechanical trader, trading plan menjadi sesederhana berupa watch list, alerting system, serta kegesitan dan ketepatan dalam mengeksekusi.Timur2011/6/7 <caktono@gmail.com>
Trading adalah bisnis serius.
Perlakukan selayaknya sebuah bisnis.
Don't have trading plan, don' trade.
Thanks for reminder
CT
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
From: Wisnu Mobile <wisnu.working@gmail.com>Sender: amibroker-4-bei@yahoogroups.comDate: Tue, 7 Jun 2011 10:21:16 +0700To: AB4<amibroker-4-bei@yahoogroups.com>ReplyTo: amibroker-4-bei@yahoogroups.comSubject: [Komunitas AmiBroker] Stick to your trade plan.Selamat pagi!
Pagi tadi saya sempatkan skimming posting di banyak milis. Sedang banyak bear berkeliaran rupanya.. Untung saya jarang-jarang baca email, bisa-bisa susah tidur saya. :DDisini saya mau menyemangati saja, bukan untuk membeli atau menjual, tetapi untuk confident terhadap trading plan anda sendiri!1. Lupakan bahwa di market ada saints, yang akan memberi tahu kita kapan masuk kapan keluar. Big BS noises! Yang ada adalah fear-mongering bear messenger yang feeds on your fear, atau bully bullish messenger yang feeds on your greed. Easy to understand motives, but still one pathetic way of living.2. Satu-satunya yang bisa anda percaya, adalah riset dan plan anda sendiri! Stick to it!Ada pesan implisit disitu, artinya sebelum masuk ke sebuah posisi, plan well. Dengan begitu, risk assessment sudah dilakukan, dan sticking to the plan, hanyalah sesederhana menerima risk plan tadi.Kalau belum punya plan? Do not trade, read a lot, study a lot. Stock market is not a good place to gamble. Mending ke kasino, banyak yang bening-bening, good foods, plenty of fun way to lose money.Salam confident ya!



No comments:
Post a Comment