Mengerti, Pak.
Just feel sorry for them saja, terutama untuk para newbies yang belum punya filter.
Anyway, have a good trading day, teman-teman. Hopefully INDEX bisa break dan stay above previous high, TODAY. Sudah agak lama vakum nih.. :)
Salam.
From: "5'2" <h153tu@yahoo.com>
Sender: amibroker-4-bei@yahoogroups.com
Date: Thu, 24 Mar 2011 21:49:27 +0000
To: <amibroker-4-bei@yahoogroups.com>
ReplyTo: amibroker-4-bei@yahoogroups.com
Subject: Re: [Komunitas AmiBroker] Ketakutan terhadap obyektivitas?
Namanya aja Obrolan Bandar, pasti ada maksud tersembunyi lah Pak u. Setiap Posting yg muncul..
Jangan tll direnungkan y Pak
VWAP = Volume Weighted Average Price
Rata-rata Modal PELAKU PASAR Tiap Hari
From: Wisnu Mobile <wisnu.working@gmail.com>
Sender: amibroker-4-bei@yahoogroups.com
Date: Thu, 24 Mar 2011 23:14:04 +0700
To: <amibroker-4-bei@yahoogroups.com>
ReplyTo: amibroker-4-bei@yahoogroups.com
Subject: [Komunitas AmiBroker] Ketakutan terhadap obyektivitas?
Selamat malam teman-teman,
Beberapa kali saya mengamati diskusi di milis sebelah, dan beberapa kali juga terlibat didalamnya, tetang system-based trading. Persepsi yang saya baca bermacam-macam, beberapa diantaranya:
1. Backtest tidak ada duitnya. Test langsung saja, lebih ok karena pakai duit.
2. Trading dengan sistem, seperti robot, membuat trader jadi malas dan bodoh.
3. Trading gak perlu sistem yang rumit2, tidak perlu ditest macam2, sederhana saja bisa cuan. (Tidak perlu rumitnya setuju, sisanya bad jokes.)
Cukup heran mengamatinya. Karena:
Sudah jelas backtest itu bukan actual trading. Backtest adalah evaluasi untuk mem-VALIDASI secara statistik, dengan past data, apakah ide trading kita solid. Jadi mengatakan backtest tidak ada duitnya, seperti joke yang buruk.
I don't want to comment too much, too many bad jokes..
Cukup lama saya merenungkan, kenapa muncul persepsi-persepsi seperti itu. Ini mungkin penjelasannya:
1. Ketakutan atas obyektivitas. Takut apabila evaluasi objective, ternyata akan mengatakan konsep kita tidak solid. Dan merasa kehilangan pegangan. Ini fenomena burung unta yang menyembunyikan kepalanya dalam pasir, dalam keadaan terancam. Dia merasa aman, karena tidak melihat ancaman. Padahal serigala sudah duduk dibelakang pantatnya, siap menggigit.
2. Ketakutan atas perlunya kerja keras. Perlu belajar memahami bagaimana men-test sistem dengan benar. Perlu banyak membaca konsep Money Management, Risk Management, dan lainnya. Ini seperti joke waktu masa kecil, semakin banyak belajar semakin banyak lupa, lebih baik sedikit belajar, sedikit lupa. Hehe..
Anyway, life is serious. Trading is serious. Kalau ada yang mau buang-buang uang dengan cara-nya masing-masing, itu hak masing-masing.
Saya memilih untuk tidak membuang-buang uang saya, apalagi uang client.
Salam merenung.



No comments:
Post a Comment